by Ronny Mailindra
Aku menghentikan langkah lalu menghampiri pedagang kaki lima yang ada di kiriku, membuka box plastik tempat minuman dingin namun sesekali pandanganku masih tertuju ke perempuan berusia tiga puluh yang berjarak sekitar lima belas meter di depanku.
Baca Selengkapnya »
by Ronny Mailindra
Di rumah aku mengambil bir kaleng dari kulkas dan meminumnya di dapur. Aku tidak duduk tapi menyandarkan badan di dinding sebelah pintu ruangan yang dijadikan gudang. Saat kepalaku masih saja berputar-putar kebingungan karena kejadian tadi, kudengar bunyi seperti kayu patah—keluar dari pintu gudang di kananku.
Aku diam, berpikir sambil memandangi kaleng bir di tanganku—khawatir salah mengambil minuman. Tidak, itu bir. Tak mungkin aku langsung mabuk karena beberapa teguk.
Suara itu terdengar lagi.
Baca Selengkapnya »