Cerbung: Kumpulan Cerita Thriller dan Action

Cerbung

Kumpulan Cerita Thriller dan Action

February 2012

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 3

by Ronny Mailindra
Tags: , , , ,

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku pulang dua hari lebih cepat dari yang kurencanakan. Cuacanya buruk, hunting fotoku di Sukabumi gagal total.

Aku berpapasan dengan Wini saat melewati tangga. Ia wangi sekali dengan aroma yang sangat ku kenal—parfumku. Sesaat raut wajahnya berubah; kaget, senang, surprise melihatku?
Namun itu hanya sesaat, dia kembali tersenyum,

“Pergi dulu Na,” katanya sambil melambaikan tangan.

Aku sudah tidak mampu berbasa-basi. Yang kuinginkan saat ini hanya tempat tidurku. Di kamar aku membuka jendela yang menghadap ke depan. Bisa kulihat Wini berlari ke arah pagar.
Aneh, dia ngga bawa mobilnya?
Di depan pagar, ia berhenti lalu membuka pintu mobil. Seseorang menjemputnya?
Pacarnya kah?
Deg! Aku terkesima melihat mobil hitam itu. Mobil BMW berwarna hitam. Dadaku serasa sesak, kepalaku panas.
Tidak mungkin. Jangan, jangan lagi.

Aku tak tahu bagaimana awalnya, tapi kurasakan kakiku bergerak, aku berlari ke kamar orangtuaku, lalu membuka brankas papa. Papa tidak menyadari bahwa selama ini putrinya telah lama tahu semua isi brankasnya. Aku mengambil benda berwarna hitam dari brankas itu, sebuah pistol FN kaliber .45.

Aku serasa terbang, kakiku berlari keluar rumah menuju mobil. Decitan ban mengawali perjalanan mobilku.

Mobil hitam itu jelas milik Rey. Tak mungkin kulupakan plat nomernya. Meski hatiku panas, entah bagaimana aku bisa mengendalikan diri—menjaga jarak mobilku dengan mereka.

Mereka berhenti di kawasan sepi daerah Cibubur. Aku menghentikan mobilku sekitar limapuluh meter dari mereka. Entah mereka mengetahuiku entah tidak, tapi aku melihat mobil Rey berhenti dan tidak ada seorang pun yang turun dari mobil. Aku diam, bingung, tak pasti apa yang harus kulakukan.

Sudah duapuluh menit mereka di sana. Akhirnya kuputuskan untuk mendekati mobil Rey. Mobil itu bergoyang. Dapat kudengar dengan jelas suara rintihan dan erangan Wini. Suara Wini semakin menggema diiringi teriakan Rey.
Oh tidak, sudah dimulai.

Aku tidak kuat mendengarnya. Cepat kuraih handel pintu BMW Rey, lalu membukanya. Refleks mereka melihatku. Rey kaget melihatku, terutama dengan pistol teracung di tanganku. Kudengar suaranya sangat memelas saat mengatakannya,

“Wina…please, maafkan aku.”
“Sudah kukatakan jangan pernah khianati aku,” jawabku.

Menyadari aku yang membuka pintu mobil itu, Wini tampak semakin bergairah. Lenguhannya semakin keras, gerakannya semakin menggila. Gerakan pinggulnya semakin cepat seiring kerasnya teriakan Rey?

Aku muak melihatnya. Aku tak tahan lagi. Otakku memerintahkan sesuatu untuk menghentikannya.
Lalu terdengar suara ledakan dari pistol di tanganku. Satu kali; lalu sekali lagi. Kulihat darah mengalir di tubuh Rey. Dadanya yang tadinya telah tergores-gores oleh pisau Wini kini bersimbah cairan merah kental. Bukan hanya badan Rey, darah menyiprat kemana-mana—tersebur deras dari kepala dan dada adik kembarku.

Rey menjerit saat kepala Wini yang berlubang terkulai, namun dia tidak bisa mendorong tubuh Wini. Tangan Rey masih terikat di kursi. Wini benar-benar melakukan semua ritual yang diceritakannya kepadaku. Sama seperti yang dilakukannya kepada Rangga dan Johan—ia merangsang mereka lalu merayu mereka agar membiarkannya mengikat kedua tangan mereka. Yang tidak diketahui para lelaki itu, saat Wini hampir mencapai puncak pendakiannya, ia akan mengeluarkan belatinya lalu mulai mengores-gores dada mereka. Gairah Wini semakin memuncak mendengar jerit kesakitan para lelaki itu. Akhirnya, saat ia sudah tidak dapat menahan ledakan di tubuhnya, Wini akan menancapkan belatinya ke dada mereka.
Jerit kematian para lelaki itu akan mengiringi dan menuntun Wini menggapai puncak sensasinya.

==TAMAT==
———————————————————————

Ronny Mailindra

Jakarta 1 Juni 2009

Comments are closed.

Creative Commons License

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

powered by
Socialbar

Paling Populer

main navigation