Cerita Terbaru

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 3

by Ronny Mailindra
Tags: , , , ,

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku pulang dua hari lebih cepat dari yang kurencanakan. Cuacanya buruk, hunting fotoku di Sukabumi gagal total.

Aku berpapasan dengan Wini saat melewati tangga. Ia wangi sekali dengan aroma yang sangat ku kenal—parfumku. Sesaat raut wajahnya berubah; kaget, senang, surprise melihatku?
Namun itu hanya sesaat, dia kembali tersenyum,

“Pergi dulu Na,” katanya sambil melambaikan tangan.


Baca Selengkapnya »

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 2

by Ronny Mailindra
Tags: ,

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku duduk di sofa ruang tamu sambil menatap televisi di depanku. Entah apa acaranya. Meski mataku menatap kotak bergambar itu, namun pikiranku mengembara.

Suara sepatu mendekatiku.
Aku menoleh ke arah tangga. Kulihat Wini telah selesai berdandan dan melangkah ke arahku. Tang-top dan celana jean super ketat membalut tubuhnya. Ia terlihat cantik dan sangat seksi, wajar jika Johan—pacar kedua—runtuh imannya.

“Pergi dulu ya Na,” kata Wini sambil tersenyum dan melenggok keluar.

Senyum itu masih sama. Senyum itu sangat beracun. Senyum itu merebut Johan dariku dan melumatkan kesetiaannya padaku.

Baca Selengkapnya »

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 1

by Ronny Mailindra
Tags:

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku memegang handel pintu BMW itu; tidak terkunci; aku dengan mudah membukanya. Dua insan yang sedang bercinta di dalamnya refleks melihatku. Reynaldi ada di bawah sang wanita. Celananya sudah melorot sampai ke lutut hingga dapat kulihat bagian telanjang tubuhnya menempel dengan kulit wanita itu—kulit mulus Wini, saudari kembarku.
Rey tertegun menatapku; matanya menyiratkan keterkejutan. Bukan, itu bukan terkejut—itu ketakutan. Jelas dia ketakutan melihatku memegang dan mengarahkan sebuah pistol yang siap menyalak?
Kudengar suaranya sangat memelas saat mengatakannya,
“Wina…please, maafkan aku.”
“Sudah kukatakan jangan pernah khianati aku,” jawabku.

Suaraku sangat dingin saat mengatakannya. Lalu pistol di tanganku meledak. Satu kali, lalu sekali lagi. Aku melihat cairan kental berwarna merah mengalir di tubuh Rey.

-o0o-


Baca Selengkapnya »

main navigation