Cerita Terbaru

Lenka

Lenka

by Ronny Mailindra
Tags: , ,

1

Malam pesta

LIMA belas menit lagi kepala indah Lenka akan menghantam lantai dasar Jakarta Art Exhibition Center. Bagian belakang tengkoraknya akan pecah dan darahnya menggenang seperti saus vla merah. Serpihan daging merah jambu dan otak putih keabu-abuan akan bercampur dengan kepingan kecil mengkilap dari patung kristal yang pecah terhantam oleh tubuh Lenka yang meluncur deras dari lantai lima.


Baca Selengkapnya »

4 komentar
Tulis komentar

Dunia Buku

Lenka, Buku Keduaku

by Ronny Mailindra
Tags: , , , ,

LENKA

Lama menghilang dan ditinggal tanpa cerita. Mohon maaf semuanya. Kabar bagusnya, setelah Fantasy Fiesta, buku kedua saya telah terbit 2 bulan lalu. Judulnya Lenka. Detailnya bisa dilihat pada tautan di atas. Berita bagus lagi, meski banyak yang memasukkan cerita ini dalam kategori sastra, buku ini juga punya warna thrillernya.  Berikut ini kutipan sinopsisnya:

Novel berjudul Lenka ini, ditulis bersama dengan 16 orang lainnya yang dulu pernah menjadi peserta Bengkel Penulisan Novel DKJ periode 2008-2009, dimulai dari sebuah situasi : “Pada sebuah acara penggalangan dana, seorang perempuan muda bergaun wisnu jatuh dari lantai lima. Namanya Magdalena, biasa dipanggil Lenka mengikuti kebiasaan orang Eropa Timur (neneknya orang Magyar, Hungaria), 22 tahun, mahasiswa dan model. Bunuh diri, kecelakaan, atau sengaja didorong oleh seseorang?”

Buku ini sudah bisa di dapat di toko buku Gramedia terdekat. Jika kesulitan mendapatkannya, bisa pesan lewat saya di alamat email mailindra et yahoo dot com

Belum ada komentar
Tulis komentar

Dunia Buku

Boxinite

by Ronny Mailindra
Tags:

Fantasy Fiesta 2010: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2010 

Boxinite, cerita seru ini bisa kamu baca di Fantasy Fiesta 2010: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2010. Dapat dibeli di toko buku Gramedia.

Belum ada komentar
Tulis komentar

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 3

by Ronny Mailindra
Tags: , , , ,

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku pulang dua hari lebih cepat dari yang kurencanakan. Cuacanya buruk, hunting fotoku di Sukabumi gagal total.

Aku berpapasan dengan Wini saat melewati tangga. Ia wangi sekali dengan aroma yang sangat ku kenal—parfumku. Sesaat raut wajahnya berubah; kaget, senang, surprise melihatku?
Namun itu hanya sesaat, dia kembali tersenyum,

“Pergi dulu Na,” katanya sambil melambaikan tangan.


Baca Selengkapnya »

Belum ada komentar
Tulis komentar

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 2

by Ronny Mailindra
Tags: ,

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku duduk di sofa ruang tamu sambil menatap televisi di depanku. Entah apa acaranya. Meski mataku menatap kotak bergambar itu, namun pikiranku mengembara.

Suara sepatu mendekatiku.
Aku menoleh ke arah tangga. Kulihat Wini telah selesai berdandan dan melangkah ke arahku. Tang-top dan celana jean super ketat membalut tubuhnya. Ia terlihat cantik dan sangat seksi, wajar jika Johan—pacar kedua—runtuh imannya.

“Pergi dulu ya Na,” kata Wini sambil tersenyum dan melenggok keluar.

Senyum itu masih sama. Senyum itu sangat beracun. Senyum itu merebut Johan dariku dan melumatkan kesetiaannya padaku.

Baca Selengkapnya »

Belum ada komentar
Tulis komentar

Jangan Pernah Khianati Aku [JPKA]

JPKA: Bagian 1

by Ronny Mailindra
Tags:

Warning: mengandung konten dewasa +17 Tahun

Aku memegang handel pintu BMW itu; tidak terkunci; aku dengan mudah membukanya. Dua insan yang sedang bercinta di dalamnya refleks melihatku. Reynaldi ada di bawah sang wanita. Celananya sudah melorot sampai ke lutut hingga dapat kulihat bagian telanjang tubuhnya menempel dengan kulit wanita itu—kulit mulus Wini, saudari kembarku.
Rey tertegun menatapku; matanya menyiratkan keterkejutan. Bukan, itu bukan terkejut—itu ketakutan. Jelas dia ketakutan melihatku memegang dan mengarahkan sebuah pistol yang siap menyalak?
Kudengar suaranya sangat memelas saat mengatakannya,
“Wina…please, maafkan aku.”
“Sudah kukatakan jangan pernah khianati aku,” jawabku.

Suaraku sangat dingin saat mengatakannya. Lalu pistol di tanganku meledak. Satu kali, lalu sekali lagi. Aku melihat cairan kental berwarna merah mengalir di tubuh Rey.

-o0o-


Baca Selengkapnya »

Belum ada komentar
Tulis komentar
Creative Commons License

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

powered by
Socialbar

Paling Populer

main navigation