Spammer – Part 4

Pria itu mendekatkan ponselnya ke telinga dan terdiam seolah sedang mendengar khotbah maha penting. Matanya nyalang. Ia melirik ke kiri, ke arah lelaki tambun yang berdiri di depan konter resepsionis hotel—lima belas meter di samping kiri.

Sambil terus tersenyum, Sang Resepsionis—seorang gadis berusia dua puluhan—mengangguk-angguk seperti burung pelatuk. Beberapa saat kemudian gadis itu berjalan ke belakang lalu menghilang.

Saat kembali, gadis itu membawa sebuah amplop. Pria yang sedang mendengarkan ponsel itu ingin sekali mendekati mereka lalu mencuri dengar pembicaraan. Kalau mungkin sekalian melihat isi amplop tersebut. Namun ia tak mungkin melakukannya. Bisa kacau semuanya. Ia telah bersumpah kali ini harus berhasil.

Continue reading

Posted in Spammer | Tagged , , , | Leave a comment

Spammer – Part 3

Satu jam kemudian Rianti kembali lagi. Lima meter dari toko yang hendak ia tuju, seorang gadis menyodorkannya sebuah brosur. Sang ratu berkacamata coklat mengangkat tangannya lalu menggelengkan kepala. Gadis penyodor brosur itu tersenyum lalu mundur, namun saat Rianti telah menjauh, si gadis mendekatkan bibirnya ke arah bahu kanannya dan berbisik.
Continue reading

Posted in Spammer | Tagged , , | Leave a comment

Spammer – Part 2

Karpet merah, gerbang membuka, dan hawa sejuk nan wangi bersemilir. Beberapa pasang mata gadis kemayu berpakaian gelap dan berwajah mengkilap tersenyum kepadanya. Perempuan setengah baya itu mengangguk saat melangkahkan sepatunya memasuki pusat perbelanjaan mewah itu. Ia tahu, para penyambutnya pasti paham harga busana yang ia kenakan serta tas tangan yang meliuk di lengannya. Dan itu saja sudah cukup untuk memperkenalkan siapa dirinya.

Continue reading

Posted in Spammer | Tagged , , , | Leave a comment

Spammer – Part 1

Tersebab apa pun waktu tak mungkin melambat dan itu membuat jantung Aven Dogoan ingin melompat saat menyadari satu jam telah berlalu dan dari pintu ruang kerjanya menghambur suara ketukan.

Pintu kayu berwarna coklat muda itu merupakan gerbang pertahanan terakhirnya. Jika gerbang itu bergerak membuka, itu berarti dia harus menghadapi langsung si marabahaya.

Continue reading

Posted in Spammer | Tagged , , , | 6 Comments

Lenka

1

Malam pesta

LIMA belas menit lagi kepala indah Lenka akan menghantam lantai dasar Jakarta Art Exhibition Center. Bagian belakang tengkoraknya akan pecah dan darahnya menggenang seperti saus vla merah. Serpihan daging merah jambu dan otak putih keabu-abuan akan bercampur dengan kepingan kecil mengkilap dari patung kristal yang pecah terhantam oleh tubuh Lenka yang meluncur deras dari lantai lima.

Continue reading

Posted in Lenka | Tagged , , | 9 Comments